Jakarta, 23 Juni 2026 – PT Pertamina Marine Engineering (PME) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Kantor PT Pertamina Marine Engineering, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
RUPST dihadiri oleh pemegang saham mayoritas PME, yaitu PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang diwakili oleh Direktur Armada, Dewi Susanti, serta pemegang saham minoritas PT Pertamina Energy Terminal (PET) yang diwakili oleh Direktur Utama, Bayu Prostiyono. Rapat dipimpin oleh Direktur PT Pertamina Marine Engineering, Heri Santika Permana.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan PME Tahun Buku 2025. RUPST juga membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penggunaan laba, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2026, serta penetapan remunerasi dan penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris.
Direktur PME, Heri Santika Permana, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting bagi PME dalam menjaga ketahanan bisnis, memperkuat kapabilitas operasional, serta melanjutkan agenda perbaikan berkelanjutan di tengah dinamika industri maritim dan jasa engineering.
“Sepanjang tahun 2025, PME mencatatkan sejumlah capaian penting, khususnya dalam aspek keselamatan kerja, operasional, dan penguatan kapabilitas bisnis. Dari aspek HSSEE, PME berhasil mempertahankan kinerja keselamatan dengan mencatatkan zero accident, 1,18 juta safe man-hours, serta nilai LTIR dan TRIR nihil sepanjang tahun 2025,” ujar Heri.
Dari sisi operasional, PME berhasil melaksanakan berbagai proyek strategis pada seluruh lini bisnis perusahaan. Segmen Underwater Services mencatatkan realisasi 59 proyek atau mencapai 268,75% dari target RKAP. Segmen Waste Management dan Dockyard juga berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
PME juga merealisasikan investasi strategis berupa pengadaan Launch Arm Recovery System (LARS) dan Underwater Drone sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas layanan underwater services, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saing perusahaan.
Dari sisi keuangan, PME memperoleh opini audit “Wajar Dalam Semua Hal yang Material” atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp13,32 miliar, EBITDA sebesar Rp33,98 miliar, serta total aset sebesar Rp441,08 miliar. Tingkat kesehatan perusahaan memperoleh skor 78,26 dengan kategori Sehat (A).
Dalam arahannya, Direktur Armada PT Pertamina Trans Kontinental, Dewi Susanti, menyampaikan apresiasi atas kinerja PME sepanjang tahun 2025.
“Kami mengapresiasi kinerja PT Pertamina Marine Engineering, khususnya dalam menjaga aspek keselamatan kerja, meningkatkan kapabilitas bisnis, serta memperkuat sinergi di lingkungan Pertamina Group. Ke depan, PME diharapkan terus memperkuat tata kelola perusahaan, mengoptimalkan investasi, dan menangkap peluang bisnis secara lebih agresif namun tetap terukur,” ujar Dewi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal, Bayu Prasetyo, menekankan pentingnya pengembangan usaha yang berkelanjutan dan berbasis kajian bisnis yang memadai.
“Setiap pengembangan usaha baru perlu didukung analisis risiko, proyeksi profitabilitas, kebutuhan investasi, serta dampaknya terhadap keberlanjutan perusahaan. PME juga perlu terus memperkuat kualitas layanan, kompetensi sumber daya manusia, inovasi teknologi, serta implementasi good corporate governance sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan,” ujar Bayu.
Menanggapi arahan para pemegang saham, Heri menyampaikan bahwa hasil RUPST menjadi momentum bagi PME untuk terus memperkuat fondasi pertumbuhan dan meningkatkan daya saing perusahaan.
“Kepercayaan dan dukungan pemegang saham menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan. PME berkomitmen memperkuat aspek operasional, tata kelola, keselamatan kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Heri.
Ke depan, PT Pertamina Marine Engineering akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan jasa engineering maritim yang andal, profesional, dan berkelanjutan dalam mendukung operasional Pertamina Group maupun pelanggan eksternal.
Artikel ini telah tayang di
Lokal Mode.Com